India Trip : Houseboat and Dal Lake

Deretan houseboat di danau Dal dibangun semenjak masa penjajahan Inggris di India. Setelah Inggris hengkang dari sini, makin banyak orang yang mendirikan houseboat untuk dijadikan penginapan para turis. Selain danau Dal, houseboat juga banyak terdapat di danau Nigeen.

Kami menginap di Khan Palace Houseboat, saya book houseboat ini via booking.com. Untuk mencapai houseboat kami harus menyebrang danau menggunakan shikara selama 10-15 menit . Di perjalanan menuju houseboat, tiba-tiba ada bapak-bapak di shikara lain yang menyapa dan menghampiri shikara kami, ternyata penjual perhiasan :)) . Maka jangan kaget kalau naik shikara di danau Dal dan ada yang ramah menyapa ‘Assalamu’alaykum’ lalu menawarkan barang dagangannya hehe, mereka menyebutnya sebagai ‘Shikara Market’. Beberapa yang kami temui selain penjual perhiasan juga ada penjual bibit bunga, teh, safron dan pashmina.

dal-deretan shikara

Deretan shikara

Berhubung ada miskomunikasi antara saya dan pak Jahangir sang pengurus houseboat, jadi mereka gak prepare akan kedatangan kami, untung ada ibu pemilik houseboat dan cucu nya yang kemudian menyambut kami, dan menghubungi pak Jahangir yang sekitar 30 menit kemudian tiba di houseboat.

Sebenarnya saat berkunjung ke Srinagar, Kashmir sedang terkena musibah banjir, banyak warga yang harus tinggal di pengungsian. Houseboat ini pun kena dampaknya, listrik mati dan akses masuk terendam air danau yang meninggi.

Pak Jahangir menawarkan houseboat lain dengan fasilitas standard room tapi ada listrik, dan akses lebih dekat ke jalan besar, tapi berhubung udah capek, kami memutuskan untuk stay di houseboat ini karena jauh dari keramaian dan pemandangan di sekitarnya yang cantik ^^.

dal-neighbour2.JPG

Tetangga sebelah
dal-neighbour1
Tetangga sebelahnya lagi

Meski listrik terbatas di jam-jam tertentu dan dengan suhu yang mencapai belasan derajat celsius tanpa heater dan electric blanket kami rasanya hampir beku (saya gak mandi 1 hari lol) , tapi saya menikmati masa-masa menginap di houseboat, suasana tenang, tiap pagi kami dibangunkan oleh suara burung-burung di danau *bawel ngangenin*
IMG_20150723_153641

hey ada penyusup !
IMG_20150723_153536
ternyata burung alarm subuh kita :3

Plus makanan disini enak (breakfast included), untuk dinner kami minta makanan rumahan, jadi kami serahkan sama empunya houseboat saja :D

Dal-BF
Sarapan yang biasanya berupa chai, roti , nasi dan telur <3

Interiornya seperti ini :
dal-insidekhanpalace2

apa kamu melihat panda ?
dal-insidekhanpalace1
ruang tamu sisi sini
dal-insidekhanpalace3
ruang tamu sisi sana

 

Dan karena setiap hari harus menyebrangi danau untuk ke houseboat dan ke kota jadi kami punya banyak kesempatan untuk capture view danau Dal dari shikara :D

Dal-night

India trip : shopping

Memang susah jadi orang Indonesia kalo jalan2 tanpa belanja, saya yg gak doyan belanja aja (finger crossed) pulang-pulang tasnya beranak. Apalagi kalo negara tujuannya yang eksotis kayak India, belanjaan kami bervariasi dari printilan kayak bindi, parfum, sabun, macam2 teh, saffron, sampai pashmina, tas, taplak meja, dan sprei hehe borong bu ibu!

Pertama kali belanja di Agra, ditawari tuk2 driver kita Mamish, untuk mampir ke toko textile. Jadi, di India ini sistemnya kayak di Jogja, toko dan restoran kerjasama dengan driver tuk2 dan taxi membawa pelanggan. Toko ini menjual pashmina Kashmir yang bikin ngiler, karena waktu itu kami belum memutuskan akan ke Kashmir atau tidak maka saya beli 1 aja pashminanya. Kali-kali nyesel hehe. Harganya sekitar 100 ribuan rupiah kalo diconvert. Huft! gak bisa kurang lagi meski udah keluarin semua jurus tawar menawar.

IMG_20150706_150059
Chitpore soap by Biswa Bangla

Malam terakhir di delhi kami belanja di Jan Path market, yang berada di dekat Jantar Mantar. Nothing special about the market itself, saya cuma beli beberapa gelang dan magnet kulkas,  tapi kemudian ketemu ibu-ibu yang buka lapak di lapangan parkir gak jauh dari pasar, dia menjual hasil kerajinan tangan seperti tas, sprei, taplak meja.

IMG_20150706_150553
lapak di parkiran Jan path market

Dengan belanjaan begini kebayang bawaan kami beratnya kayak apa. Sebenarnya sih gak begitu berat, tapi setelah kami keliling mencari KFC (harus banget KFC lol) sambil bawa belanjaan, lumayan juga tangan berasa kebas. Padahal menurut maps jarak ke KFC hanya 10 menit, tapi karena lokasi KFCnya ada di dalam gedung jadi mapsnya pun agak rancu. Dengan belanjaan plus makanan kami pulang ke hotel menggunakan tuk2. Staff hotel yang menyambut kami sampe bengong-bengong gara-gara bawaan kami ( ̄▽ ̄)

Selama 3 hari di Kashmir, kayaknya gak ada hari tanpa beli sesuatu. Ya, gimana enggak, tiap bolak balik ke ke houseboat harus naik shikara menyebrangi danau Dal yang .. banyak adek-abang-bapak jualan yang menghampiri, dari yang jual perhiasan, pashmina sampai benih tulip. Di shikara akhirnya saya beli teh saffron (Shahi Qawah) dan saffron. Sepulang dari Gulmarg mampir shalat di toko souvenir dan sukses bawa beberapa helai pashmina lol. Di jalan pulang dari Pahalgam pun kami mampir beli buah kering dan kacang untuk oleh-oleh.

IMG_20150701_174650
saffron tea

Pulang ke Jakarta, meski tas udah beranak tetap ngerasa belanjanya kurang banyak lol.

 

India Trip : Domestic Flight

Selama di India saya mencoba 2 penerbangan domestic, Spicejet dan Indigo.
Penerbangan Calcutta – Delhi dan Delhi- Srinagar menggunakan Indigo, sedangkan Srinagar – Bangkok menggunakan Spice Jet.

IMG_20150706_152757
Dua-duanya termasuk budget flight, tapi dari segi service saya lebih prefer Indigo ~
Ketika itinerary yg dikirim via email bermasalah, staff Indigo dengan sigap meladeni saya via twitter, bahkan menelpon untuk mengguide saya padahal via twitter pun sudah dijelaskan caranya, meski lebih terbantu via text / twitter aja karena suara di telpon kurang jelas tapi effortnya boleh banget. Pengalaman on board yg menyenangkan, dari flight attendance, cara pilot membawa pesawat pun gak bikin was-was. Service di airport jg patut diacungi jempol, kita tiba-tiba disamperin staff Indigo (yang ngganteng) yang kemudian bantu kita untuk check-in langsung sehingga gak perlu antri (^^) .
IMG_20150706_152713
H-1 sebelum keberangkatan ke Calcutta tiket kami belum fixed karena flight Calcutta – Bangkoknya dicancel oleh pihak Spice Jet tanpa ada pemberitahuan sama sekali. Ketika saya hubungi staffnya via twitter, mereka memberi solusi untuk refund atau reschedule yang akan ber-efek ke semua penerbangan kita (Srinagar – Delhi – Calcutta). Ribet bener~ . Kemudian saya minta solusi lain, dan memberikan no hp supaya staff bisa telpon saya, saya kontak mereka dari siang dan baru jam 10 malam ditelpon! Untungnya langsung clear perkara. Untuk pengalaman terbang agak bikin parno,flightnya kurang mulus, sedangkan saya kan takut tempat tinggi, dan bbrp kali saya ngerasa pengen turun aja gara-gara sering banget turbulence (´nωn`). Sialnya, penerbangan saya yang paling lama ya naik Spice Jet ini.

India Trip : the food (2)

Meski udah ‘belajar’ makan makanan India di Jakarta, sampai di India saya malah lebih banyak makan makanan yang less India .
Di Calcutta, makan di KFC yang terdiri dari ayam yang bumbu currynya lumayan strong.
kfc

Sesampai di International Indira Gandhi Airport, saya pesan menu sarapan Dossa dan buttermilk (yang pada akhirnya menyesal pesan ini karena rasanya gak cocok sama sekali :| ), dan selama 2 hari di Delhi saya pesan KFC dan nasi goreng dari hotel untuk dinner, Gulab Jamun yang saya pesan dari dapur Hotel pun gak lebih enak dari yang saya coba di Royal Kitchen lol.

IMG_20150706_164610

Buttermilk – Masala Dossa

Sempat juga mampir ke Mc Donalds di Connaught Place, saya pesan McVeggie yang patty nya terbuat dari campuran lentil, kentang, kacang polong dan entah apalagi, saya sih kurang suka XD .

mcveggie

Mc Veggie from Mc Donalds

Yang gak disangka-sangka dari perjalanan ke Agra ternyata kami dapet sarapan dan cemilan berupa biskuit, chai 1 tea pot, brown bread dan semacam kroket kentang .
bfattrain

Menu makan siang di Agra sih India banget, kami diantar ke restoran Silk Route di dekat Taj Mahal dan memesan Tandoori Murgh dan Oriental Chilli Lamb. Lamb nya enak dan lembut, Tandoori chickennya juga pas rasanya. Yang gak enak dari restoran ini cuma harganya aja lol.

tandoorimurgh

Makanan pertama sesampainya di Srinagar, saya iseng jajan mie instan. Gak seperti di Indonesia yang pilihan mie instannya banyak rasa dan merk, di Kashmir saya cuma ketemu 1 merk. Maggi. Dan variannya cuma ada rasa Masala.
magie masala

Maggi rasa Masala

Selama 3 malam menginap di Dal Lake Kashmir kami memesan makanan rumahan dari owner houseboat, saya paling cocok sama makanan di Kashmir karena rasanya lebih mild.
kebab

 

Dari semua di atas mana menurut saya yang paling menyenangkan (lidah dan dompet) ?

ya KFC!

Memang gak dimana-mana KFC jadi andalan, enak , murah, dapet banyak.

India Trip : the food (1)

Sebelum keberangkatan trip ke India, saya mencoba 2 restoran India di Jakarta biar gak bengong2 amat nantinya ketika pesen makanan, at least tau lah ini apa itu apa . Dua restoran tersebut V-mad restaurant di sarinah yang menyajikan makanan India vegetarian (V-Mad aka Vegetarian Madness) dan Royal Kitchen di Mal Bellagio Mega Kuningan.
Kayaknya restoran India di Indonesia (Jakarta) belum begitu populer ya, ketika kami masuk ke dua restoran ini customer lokal hanya kami, sisanya orang India , satu-satunya orang Indonesia yang ada di restoran ini hanya kami dan pelayan restorannya.
Di V-Mad Resto kami memesan North Indian Cuisine, Curry Cane, Masala Dossa dan Chai .

Masala dossa nya menurut saya sih enak, tapi dippingnya kurang nyambung di lidah, jadi dossa nya habis tapi dipping nya sisa banyak :3 .

vmad

North Indian feast, Curry Cane, Masala dossa, Cardamom Chai

Menu makanan India Utara yang dipesan saya kurang tau namanya, saya coba pesan ini karena kami bertujuan jalan-jalan di wilayah utara India, verdict : saya gak suka sama sekali. XD
Curry Cane nya satu-satunya yang paling cocok rasanya di lidah saya, karena ya mirip sama curry cane di masakan Aceh, meski kayaknya bumbu rempahnya gak sama persis, tapi rasanya gak beda jauh lah~
Untuk minuman saya pesan Cardamom Chai. Chai sendiri sebenarnya teh susu, susu yang digunakan susu segar. Di India biasanya mereka minum chai dimix dengan rempah, saya penasaran apa rasanya teh susu dicampur kapulaga / cardamom, dan ternyata .. ENAK !!!

Di Royal Kitchen, saya memesan Rogan Josh (yang dengar-dengar sih wajib coba kalo ke Kashmir) dan Butter Naan, berhubung menu di restoran ini lengkap, saya pesan dessert. Verdict : semuanya ENAK BANGETTT.
roganjosh

Rogan Josh , Butter naan

Rogan Josh semacam gulai mutton , tapi bau-bau mutton nya gak kecium sama sekali dan dagingnya lembut. Butter naan dimakan bersamaan dengan Rogan Josh, sebagai pengganti nasi. Enak meski terlalu berminyak :3
matka kulfi

Matka Kulfi

Untuk dessert, saya pesan Matka Kulfi dan Gulab Jamun. Kulfi adalah es krim tradisional India yang terbuat dari susu dan saffron dan ada taburan pistachio, rasanya ya es krim yang susu banget, ini entah gimana cara buatnya tapi karena menggunakan saffron, saya kira warnanya akan kekuningan atau kemerahan, tapi ternyata pas Kulfinya dateng, warnanya ya putih.
gulabjamun
Gulab Jamun (Deep fried white cheese dumpling) rasanya kayak makan susu kental manis, manisnya BANGET. Yang bikin kaget, Gulab Jamun ternyata panas haha, ya namanya juga deep fried.

Why India

Almost all of my colleagues at the office asked me the same question ‘why India?’, and i was like ‘why not?’ .

India has lots of world heritage sites (more than Indonesia), and i always like the fact that they still preserve and hold on to their culture wherever they are. Working in mega kuningan area where Indian expatriats make a living here, you’ll get used to see Indian women wear their sari while doing groceries. (^^)

I know it’s not a very hygienic country, nor Jakarta. It’s not a very safe country, nor Jakarta. I heard lots of scam going on in India and what freaks me out mostly is the raping, but aren’t criminals happen in any country ? ʕ•̫͡•ʔ

Mengutip kalimatnya Trinity, klo ngikutin rasa takut terus ya kita gak jalan2 donk ? ( ̄▽ ̄)

Dengan maraknya kasus kriminal disana, saya dan teman2 harus extra berhati2, dan banyak baca pengalaman orang-orang terutama wanita yang traveling kesana. Kalau mau blogwalking banyak juga koq cerita solo travelers cewe dari Indonesia yang sukses trip ke sana. Ya, hopefully kami berempat juga aman2 aja selama disana. (^^)

Posted from WordPress for Android

Trip plan to India

So i’ve planned this trip with the other girls from like a year ago. We’re going to Kolkata, Delhi, Agra and Kashmir (Srinagar, Pahalgam and Gulmarg).

I red about Kashmir from Marina Kusumawardhani’s book ‘Jingga’, got interested in it since then (and for you who haven’t read it, please do(^-^)).
Since me and my friends couldn’t take leaves from works more than a week, we decided to only go to 4 places, our top priority of course Kashmir, we even cancel the trip to Jaipur because we want to stay longer in Kashmir .

So here’s the itinerary plan:
Kolkata : Victoria memorial, Mother Theresa’s House
Delhi : India gate, Qutb minar, Garden of 5 senses, Lotus temple, Red fort, Jama Masjid
Agra : Agra fort and Taj mahal
Srinagar : Dal lake, Mughal gardens
Gulmarg: Gondola ride to Affarwat
Pahalgam : Aru village , Chandanwari, Betaab valley, Baisaran hills, Tulian lake, Jamia Millia Mosque

Before we go to Kolkata we will have a day trip in Kuala Lumpur (i want to go Colmar Tropicale and Batu Cave if possible) and 1 more day in Bangkok after India so, we’ll see how things turn out. Hope it will be a great journey.